Flowchart Retur Pembelian

Flowchart Retur Pembelian adalah flowchart yang menggambarkan aliran atau proses ketika suatu perusahaan mengembalikan bahan baku yang telah merka beli kepada supplier (retur pembelian) karena bahan baku tersebut rusak (cacat) atau tidak sesuai dengan pesanan

berikut ini adalah Flowchart Retur Pembelian:

 

Prosedur Retur Pembelian:

  • Bagian departemen persediaan melakukan pengecekan persediaan lalu mengumpulkan persediaan yang rusak , mencatat persediaan yang rusak lalu membuat daftar  persediaan yang rusak rangkap 2, lembar pertama diberikan kepada manajer persediaan dan mengirimkan persediaan yang rusak ke manajer persediaan, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Manajer persediaan menerima persediaan yangrusak dan daftar persediaan yang rusak, manajer persediaan melakukan pengecekan, lalu mengesahkan daftar persediaan yang rusak rangkap 2, lembar pertama disimpan sebagai arsip dan lembar kedua dikirimkan ke departemen pembelian beserta dengan persediaan yang rusak.
  • Departemen pembelian menerima daftar persediaan rusak yang telah disahkan dari bagian manajer persediaan, berdasarkan hal tersebut membuat surat retur pembelian rangkap 2, lembar pertama dikirimkan ke departemen penerimaan dan lembar kedua dikirim ke supplier beserta dengan persediaan yang rusak.
  • Departemen penerimaan menerima surat retur pembelian dari departemen pembelian.
  • Bagian supplier menerima surat retur pembelian dan persediaan yang rusak, berdasarkan hal tersebut membuat surat penerimaan retur rangkap 2, lembar pertama dikirimkan ke departeman pembelian dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Departemen pembelian menerima surat penerimaan retur lalu mengirimkannya ke departeman penerimaaan.
  • Departemen penerimaan meneriman surat penerimaan retur dari departemen pembelian.
  • Supplier menyiapkan barang pengganti membuat bukti penggantian barang retur rangkap 2 beserta barang tersebut ke departemen penerimaan.
  • Departemen penerimaan menerima bukti penggantian barang retur 2 lembar dan barang pengganti. Lalu berdasarkan hal tersebut ditambah dengan surat penerimaan retur dan surat retur pembelian, departemen penerimaan mengesahkan bukti pengiriman barang retur 2 lembar. Lembar ke dua dikirim ke supplier dan lembar pertama beserta barang dikirim ke departemen persediaan.
  • Supplier menerima surat penggantian barang retur yang telah di acc.
  • Departemen persediaan menerima bukti pengiriman barang retur dan barang pengganti dari departemen penerimaan . departemen persediaan melakukan pengecekan dan membuat laporan penerimaan penggantian barang rangkap 2, lembar pertama beserta bukti penggantian barang retur dikirim ke manajer persediaan, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Manajer persediaan menerima laporan penerimaan penggantian barang beserta dengan bukti penggantian barang retur melakukan pemeriksaan terhadap laporan penggantian barang. Lalu mengirimkan laporan penggantian barang yang telah diperiksa beserta dengan bukti penggantian barang retur ke bagian akuntansi
  • Bagian akuntansi menerima laporan penggantian barang yang telah diperiksa, lalu berdasarkan laporan tersebut membuat laporan catatan persediaan rangkap 2, lembar pertama disimpan sebagai arsip dan lembar kedua dikirim ke bagian pimpinan
  • Pimpinan menerima laporan catatan persediaan dan mengesahkannya.

 

 

Job decs:

Departemen persediaan:

  • Melakukan pengecekan persediaan, mengumpulkan persediaan yang rusak  dan mencatat persediaan yang rusak lalu membuat daftar  persediaan yang rusak rangkap 2,yaitu:
    •  lembar pertama diberikan kepada manajer persediaan dan mengirimkan persediaan yang rusak ke manajer persediaan
    •  lembar kedua disimpan sebagai arsip.
    • Menerima bukti pengiriman barang retur dan barang pengganti dari departemen penerimaan .
    • Departemen persediaan melakukan pengecekan dan membuat laporan penerimaan penggantian barang rangkap 2, yaitu:
      • lembar pertama beserta bukti penggantian barang retur dikirim ke manajer persediaan
      • lembar kedua disimpan sebagai arsip.

Manajer persediaan:

  • Menerima persediaan yang rusak dan daftar persediaan yang rusak.
  • Manajer persediaan melakukan pengecekan, lalu mengesahkan daftar persediaan yang rusak rangkap 2, yaitu :
    • lembar pertama disimpan sebagai arsip
    • lembar kedua dikirimkan ke departemen pembelian beserta dengan persediaan yang rusak.
    • Menerima laporan penerimaan penggantian barang beserta dengan bukti penggantian barang retur melakukan pemeriksaan terhadap laporan penggantian barang.
    • Mengirimkan laporan penggantian barang yang telah diperiksa beserta dengan bukti penggantian barang retur ke bagian akuntansi.

Departemen pembelian:

  • Menerima daftar persediaan rusak yang telah disahkan dari bagian manajer persediaan, berdasarkan hal tersebut membuat surat retur pembelian rangkap 2, yaitu:
    • lembar pertama dikirimkan ke departemen penerimaan.
    • Lembar kedua dikirim ke supplier beserta dengan persediaan yang rusak.
    • Menerima surat penerimaan retur lalu mengirimkannya ke departeman penerimaaan.

Supplier:

  • Menerima surat retur pembelian dan persediaan yang rusak, berdasarkan hal tersebut membuat surat penerimaan retur rangkap 2,yaitu:
    •  lembar pertama dikirimkan ke departeman pembelian
    •  lembar kedua disimpan sebagai arsip.
    • Menyiapkan barang pengganti membuat bukti penggantian barang retur rangkap 2 beserta barang tersebut ke departemen penerimaan.
    • Menerima surat penggantian barang retur yang telah di acc.

Departemen penerimaan:

  • Menerima surat retur pembelian dari departemen pembelian.
  • Meneriman surat penerimaan retur dari departemen pembelian.
  • Menerima bukti penggantian barang retur 2 lembar dan barang pengganti.
  • Lalu berdasarkan bukti penggantian barang retur 2 lembar ditambah dengan surat penerimaan retur dan surat retur pembelian, departemen penerimaan mengesahkan bukti pengiriman barang retur 2 lembar,yaitu:
    • Lembar ke dua dikirim ke supplier
    • Lembar pertama beserta barang dikirim ke departemen persediaan.

Bagian Akuntansi :

  • Menerima laporan penggantian barang yang telah diperiksa, lalu berdasarkan laporan tersebut membuat laporan catatan persediaan rangkap 2, yaitu:
    • lembar pertama disimpan sebagai arsip
    •  lembar kedua dikirim ke bagian pimpinan

pimpinan:

  • Menerima laporan catatan persediaan dan mengesahkannya

Flowchart Pengeluaran Kas

Flowchart Pengeluaran Kas adalah flowchart yang menggambarkan aliran kas keluar ketika perusahaan mengeluarkan kas untuk membayar bahan baku yang mereka beli dan juga pengembalian bahan baku kepada supplier (retur pembelian)

berikut ini adalah Flowchart Pengeluaran Kas

Prosedur Pengeluaran Kas:

  1. Bagian Supplier membuat faktur rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Pembayaran, dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
  2. Bagian Pembayaran menerima Faktur lembar 1 dari Supplier. Berdasarkan faktur tersebut, Bagian Pembayaran membuat Surat Permintaan Pengeluaran Kas (SPPK) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Manajer dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
  3. Manajer menerima SPPK lembar 1. Berdasarkan SPPK lembar 1 tersebut, Manajer akan menyetujui SPPK tersebut, dan mengirimkan SPPK yang telah disetujui kepada Bagian Pemegang Kas.
  4. Bagian Pemegang Kas menerima SPPK yang telah disetujui. Berdasarkan SPPK yang telah disetujui tersebut, Bagian Pemegang Kas membuat Bukti Kas Keluar (BKK) rangkap 3. Lembar 1 beserta uang dikirimkan ke Bagian Pembayaran, lembar 2 dikirimkan ke Bagian Akuntansi dan lembar 3 disimpan sebagai arsip.
  5. Bagian Pembayaran menerima BKK Lembar 1 beserta uang, selanjutnya Bagian Pembayaran melakukan pembayaran kepada Supplier.
  6. Supplier menerima pembayaran dari Bagian Pembayaran. Berdasarkan pembayaran tersebut, Supplier membuat Surat Pelunasan Pembayaran (SPP) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Pembayaran dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
  7. Bagian Pembayaran menerima SPP lembar 1, kemudian membuat Laporan Pembayaran (LP) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Akuntansi dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.
  8. Berdasarkan BKK lembar 2 dari Bagian Pemegang Kas dan LP lembar 1 dari Bagian Pembayaran, Bagian Akuntansi membuat Laporan Pengeluaran Kas (LPK) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Manajer dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc dari masing-masing Entitas:

1. Supplier

-          Membuat faktur rangkap 2

Lembar 1     : dikirimkan ke Bagian Pembayaran

Lembar 2     : disimpan sebagai arsip

-          Menerima data pembayaran (berupa uang cash) dari Bagian Pembayaran

-          Membuat Surat Pelunasan Pembayaran (SPP) rangkap 2

Lembar 1     : dikirimkan ke Bagian Pembayaran

Lembar 2     : disimpan sebagai arsip

2. Bagian Pembayaran

-          Menerima faktur dari Supplier

-          Membuat Surat Permintaan Pengeluaran Kas (SPPK) rangkap 2

Lembar 1     : dikirimkan ke Manajer

Lembar 2     : disimpan sebagai arsip

-          Menerima Bukti Kas Keluar (BKK) beserta uang dari Bagian Pemegang Kas

-          Melakukan pembayaran ke Supplier

-          Menerima SPP lembar 1 dari Supplier

-          Membuat Laporan Pembayaran (LP) rangkap 2

Lembar 1     : dikirimkan ke Bagian Akuntansi

Lembar 2     : disimpan sebagai arsip

3. Bagian Pemegang Kas

-          Menerima SPPK yang telah disetujui dari Manajer

-          Membuat Bukti Kas Keluar (BKK) rangkap 3

Lembar 1     : dikirimkan ke Bagian Pembayaran beserta uang

Lembar 2     : dikirimkan ke Bagian Akuntansi

Lembar 3     : disimpan sebagai arsip

4. Bagian Akuntansi

-          Menerima BKK lembar 2 dari Bagian Pemegang Kas

-          Menerima Laporan Pembayaran (LP) lembar 1 dari Bagian Pembayaran

-          Membuat Laporan Pengeluaran Kas (LPK) rangkap 2

Lembar 1     : dikirimkan ke Manajer

Lembar 2     : disimpan sebagai arsip

5. Manajer

-          Menerima Surat Permintaan Pengeluaran Kas (SPPK) lembar 1

-          Menyetujui SPPK dan mengirimkan SPPK tersebut ke Bagian Pemegang Kas

-          Menerima Laporan Pengeluaran Kas (LPK) dari Bagian Akuntansi sebagai pertanggungjawaban.