Flowchart Penggajian dan Lembur

Flowchart Penggajian dan Lembur adalah flowchart yang menggambarkan proses di mana sebuah perusahaan melakukan pembayaran akan gaji dan lembur dari karyawannya sampai gaji dan lembur tersebut diterima oleh karyawan yang bersangkutan.

berikut ini adalah Flowchart Penggajian dan Lembur:

 

Prosedur penggajian:

  • Supervisor  mengisi form lembur lalu diberikan kepada manajer
  • Manajer memeriksa form lembur yang diterima dari supervisor, jika form lembur tersebut disetujui maka manajer akan menyembuat form lembur  yang disetujui rangkap 2, 1diberikan kepada supervisor yang 1 diberikan kepada bagian keuangan.
  • Bagian keuangan menerima form lembur  yang disetujui dari bagian manajer lalu melakukan rekap form lembur berupa laporan lembur rangkap 3, laporan lembur yang pertama diberikan kepada manajer, laporan lembur yang kedua diberikan kepada pemimpin dan laporan lembur yang ketiga sebagai arsip berserta dengan data penggajian  digunakan sebagai dasar pembuatan laporan penggajian rangkap 3, laporan penggajian yang pertama diberikan kepada pemimpin laporan penggajian yang kedua diberikan kepada supervisor dan laporan penggajian yang ketiga disimpan sebagai arsip.

Job decs:

Supervisor:

  • Membuar form lembur rangkap 1 lalu dikirimkan ke baguan manajer
  • Menerima form lembur yang telah disetujui dari manajer
  • Menerima laporan penggajian dari bagian keuangan

 

Manajer:

  • Menerima form lembur dari supervisor, lalu membuat form lembur yang telah disetujui rangkap 2, lembar 1 diberikan kepada supervisor dan lembar ke 2 diberikan kepada bagian keuangan
  • Menerima laporan lembur dari bagian keuangan

 

Bagian Keuangan:

  • Menerima form lembur yang telah disetujui dari bagian manajer, berdasarkan form lembur tersebut membuta laporan lembur rangkap 3,yaitu
    • Lembar pertama diberikan kepada manajer
    • Lembar kedua diberikan kepada pemimpin
    • Lembar ketiga disimpan sebagai arsip
    • Berdasarkan laporan lembur rangkap 3 dan data penggajian membuat  laporan penggajian rangkap 3 , yaitu
      • Lembar pertama diberikan kepada pemimpin
      • Lembar kedua diberikan kepada supervisor
      • Lembar ketiga disimpan sebagai arsip

Pemimpin:

  • Menerima laporan lembur dari bagian keuangan
  • Menerima laporan penggajian dari bagian keuangan

Flowchart Retur Penjualan

Flowchart Retur Penjualan adalah flowchart yang menggambarkan proses pencatatan barang yang dikembalikan oleh konsumen kepada produsen karena barang tersebut tidak sesuai ataupun rusak.

berikut ini adalah Flowchart Retur Penjualan:

TRANSAKSI RETUR PENJUALAN

  1. Barang yang diterima pelanggan mungkin tidak sesuai dengan pesanannya atau rusak dalam pengiriman. Maka Pelanggan membuat permohonan retur berupa Memo Debit.
  2. Pelanggan mengirimkan Memo Debit ke Perusahaan pengirim ke Bagian Penjualan.
  3. Setelah menerima Pemberitahuan Retur dari pelanggan, Bagian Penjualan membuat Memo Kredit rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Penerimaan Barang. Lembar 2 dikirimkan ke Bagian Piutang.
  4. Bagian Penerimaan Barang menerima pengembalian barang dari pelanggan  dan membandingkan dengan catatan di Memo Kredit, kemudian membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) rangkap 2. Barang beserta LPB lembar 2 dikirimkan ke Bagian Gudang, sementara dua lembar Memo Kredit dan LPB lembar 1 dikirimkan ke Bagian Piutang.
  5. Bagian Gudang menerima barang dan mencatat masuknya barang berdasarkan LPB lembar 2 pada catatan penerimaan barang
  6. Berdasarkan Memo Kredit dan LPB, Bagian Piutang melakukan pencatatan pengurangan piutang pada Catatan Pengurang Piutang (CPP) kemudian mengirimkan LPB lembar 1 beserta Memo Kredit lembar 2 ke Bagian Akuntansi Persediaan.
  7. Bagian Akuntansi Persediaan, berdasarkan LPB lembar 1 dan Memo Kredit lembar 2 mencatat di Kartu Persediaan, dan mengirimkan kedua dokumen tersebut ke Bagian Keuangan.
  8. Bagian ini mencatat jurnal perubahan piutang dan mengarsipkan kedua dokumen tersebut ke Bagian Keuangan.

Jobdesc atau uraian kegiatan (Operating List) sistem retur penjualan:

1.Bagian Penjualan

-          Menerima pemberitahuan retur berupa Memo Debit dan Barang yang diretur

-          Membuat memo kredit rangkap 2. Memo kredit lembar pertama dikirimkan ke bagian penerimaan barang. Memo kredit lembar ke dua dikirimkan ke bagian piutang

2. Bagian Penerimaan Barang

-          Menerima memo kredit lembar 1 dari bagian penjualan

-          Menerima barang retur dari bagian pelanggan dan melakukan pemeriksaan barang  yang diterima

-          Membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) 2 lembar

Lembar 1     : Lembar ke-1 dikirimkan ke bagian piutang

Lembar 2     : Lembar ke-2 dikirimkan ke bagian gudang beserta barang yang bersangkutan

3. Bagian Gudang

-          Menerima Laporan Penerimaan barang lembar ke-2 dari bagian penerimaan barang

-          Mencatat masuknya barang pada Catatan Penerimaan Barang (CPB) dan catatan tersebut diarsip

  1. Bagian Piutang

-          Menerima memo kredit lembar 2 dari bagian penjualan

-          Berdasarkan LPB lembar 1 dan memo kredit lembar 2, bagian piutang melakukan pencatatan dalam Catatan Pengurang Piutang (CPP)

-          Mengirim dokumen berupa LPB lembar 1 dan memo kredit lembar 2 ke bagian akuntansi persediaan

  1. Bagian Akuntansi Persediaan

-          Menerima LPB lembar 1 dan memo kredit lembar 2 dari bagian piutang

-          Mencatat kedua dokumen tersebut di Kartu Persediaan dan kartu persediaan tersebut diarsip

4. Bagian Keuangan

-          Menerima LPB lembar 1 dan memo kredit lembar 2 dari bagian akuntansi persediaan

-          Mencatat jurnal perubahan piutang dalam jurnal perubahan piutang

Mengarsipkan LPB lembar 1 dan memo kredit lembar 2

Flowchart Penerimaan Kas Dari Penjualan Tunai

Flowchart Penerimaan Kas Dari Penjualan Tunai adalah flowchart yang menggambarkan aliran kas yang dibayarkan oleh konsumen ketika melakukan penjualan dan proses pencatatan kas tersebut

berikut ini Flowchart Penerimaan Kas Dari Penjualan Tunai:

PENERIMAAN KAS DARI PENJUALAN TUNAI:

  1. Pelanggan yang merasa cocok dengan produk yang sudah dipilih melakukan pembayaran secara tunai ke Kasir.
  2. Kasir menerima pembayaran tunai (kas) dari Pelanggan. Kemudian Kasir membuat Laporan Penerimaan Kas (LPK) dan dikirimkan ke Bagian Keuangan.
  3. Bagian Keuangan membuat Laporan Penjualan Tunai (LPT) rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Pimpinan dan Lembar 2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List):

1. Pelanggan

-          Customer atau pembeli produk perusahaan.

-          Melakukan pembayaran secara tunai/cash ke kasir

2. Kasir

-          Menerima pembayaran tunai dari pelanggan dalam bentuk uang tunai

-          Membuat laporan penerimaan kas (LPK) yang dikirimkan ke bagian keuangan

3. Bagian keuangan

-          Menerima Laporan penerimaan kas (LPK) dari kasir

-          Membuat Laporan Penjualan Tunai (LPT) rangkap 2:

Lembar ke-1               : LPT yang dikirimkan ke pimpinan sebagai laporan dan bukti                                                         penjualan

Lembar ke-2               : LPT untuk tujuan arsip perusahaan

4. Pimpinan

-          Menerima Laporan Penjualan Tunai (LPT) dari bagian keuangan

Flowchart Penerimaan Kas Dari Piutang

Flowchart Penerimaan Kas Dari Piutang adalah flowchart yang menggambarkan proses dari penerimaan piutang yang telah jatuh tempo sampai pencatatan kas tersebut

berikut ini Flowchart Penerimaan Kas Dari Piutang:

PENERIMAAN KAS DARI PIUTANG:

  1. Kasir mengirimkan faktur ke Bagian Piutang. Bagian Piutang melakukan pengecekan jatuh tempo piutang berdasarkan faktur yang sudah diterimanya.
  2. Apabila jatuh tempo sudah dicek, maka Bagian piutang mencatat waktu jatuh tempo tersebut pada Schedule Umur Piutang (SUP).
  3. Berdasarkan SUP tersebut, Bagian Piutang membuat Surat Tagihan Piutang (STP) dan STP dikirimkan ke Pelanggan.
  4. Pelanggan menerima STP, dan melakukan pembayaran pada saat jatuh tempo. Pembayaran dikirimkan ke Bagian Piutang.
  5. Bagian Piutang menerima pembayaran dari pelanggan dan membuat faktur lunas rangkap 2. Lembar 1 dikimkan ke Pelanggan. Lembar 2 disimpan sebagai arsip.
  6. Bagian Piutang membuat Laporan Penerimaan Kas dari Piutang rangkap 2. Lembar 1 dikirimkan ke Bagian Keuangan. Lembar 2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List):

1. Pelanggan

-          Menerima SPT dari bagian piutang

-          Melakukan pembayaran ke bagian piutang

-          Menerima faktur lunas lembar 1 dari bagian piutang

2. Kasir

-          Mengirimkan faktur ke bagian piutang

3. Bagian piutang

-          Menerima faktur dari kasir

-          Melakukan pengecekan jatuh tempo dan dicatat pada Schedule Umur Piutang (SUP)

-          Membuat surat tagihan piutang (STP) yang dikirimkan ke pelanggan

-          Menerima pembayaran (uang) dari pelanggan

-          Membuat faktur lunas rangkap 2

Lembar ke-1               : dikirimkan ke pelanggan karena pelanggan sudah membayar                                                     sejumlah utangnya pada perusahaan saat jatuh tempo

Lembar ke-2               : disimpan sebagai arsip untuk kepentingan perusahaan pada bagian                                        piutang

-          Membuat laporan penerimaan kas dari piutang (LPKP) rangkap 2

Lembar ke-1               : LPKP lembar 1 dikirimkan ke bagian keuangan

Lembar ke-2               : disimpan sebagai arsip untuk dokumen perusahaan.

4. Bagian Keuangan

-          Menerima Laporan Penerimaan Kas dari Piutang (LPKP)

Flowchart Penjualan

Flowchart Penjualan adalah flowchart yang menggambarkan proses penjualan barang jadi ke konsumen baik itu melalui pembayaran secara tunai ataupun secara kredit

berikut ini adalah Flowchart Penjualan:

 

Prosedur penjualan:

  • Customer mencari barang yang dikehendaki, jika menemukan maka akan membawa barang tersebut ke kasir, jika tidak menemukan maka akan membuat daftar barang yang akan diberikan kepada bagain customer service lalu bagian customer service akan membuat faktur pemesanan yang diberikan kepada customer
  • Customer menerima faktur pemesanan lalau melakukan pembayaran ke bagian customer service
  • Customer service menerima pembayaran dari customer lalu membuat tanda terima rangkap 2, lembar pertma dikirim ke  customer, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Kasir menerima barang yang akan dibeli oleh customer, jika customer melakukan pembayaran tunai maka kasir akan membuat nota yang diberikan kepada customer. Jika non tunai  maka kasir akan membuat slip cc rangkap 2, lembar pertama beserta barang akan dikirim ke customer, lembar kedua akan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan laporan penjualan non tunai rangkap 2, lembar pertama kan dikirim ke keuangan dan lembar kedua akan disimpan sebagai arsip.
  • Jika pembayaran tunai, maka customer akan menerima nota dari kasir dan melakukan pembayaran kepada kasir. Jika pembayaran non tunai maka customer menerima barang dan slip cc.
  • Kasir menerima pembayaran dari customer lalu membuat nota lunas rangkap 2, lembar pertama akan dikirim ke customer beserta barang dan lembar kedua akan digunakan sebagai dasar dalam pembuatan laporan penjualan tunai rangkap 2, lembar pertama dikirim ke keuangan  dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Bagian keuangan menerima laporan penjualan tunai dan laporan penjualan non tunai, berdasarkan kedua laporan tersebut bagian keuangan membuat laporan penjualan rangkap 2,lembar pertama disimpan sebagai arsip dan lembar kedua dikirim ke pemimpin
  • Pemimpin menerima laporan penjualan dari bagian keuangan.

 

Job decs:

Customer:

  • mencari barang, jika menemukan membawa barang ke kasir jika tidak menemukan membuat daftar barang yang dikirimkan ke bagian customer service.
  • Menerima faktur pemesanan dari bagian customer service, berdasarkan faktur pemesanaan melakukan pembayaran ke bagian customer service
  • Menerima tanda lunas dari customer service
  • Menerima nota (dalam hal customer membawa barang ke kasir) dari kasir, melakukan pembayran berdasarkan nota tersebut ke kasir
  • Menerima barang dan nota lunas dari bagian kasir

Customer service:

  • Menerima daftar barang dari customer, berdasarkan daftar barang tersebut membuat faktur pemesanan dan memberikannya kepada customer
  • Menerima pembayaran dari customer, lalu memuat tanda terima rangkap 2, yaitu
    • lembar pertama diberikan kepada customer
    • lembar kedua disimpan sebagai arsip

Kasir:

  • Menerima barang dari customer ,
    • jika customer melakukan pembayaran non tunai maka :
      • Membuat slip cc rangkap 2, yaitu:
      • Lembar pertama diberikan kepada customer beserta dengan barang.
      • Lembar kedua digunakan sebagai dasar dalam pembuatan laporan penjualan non tunai rangkap 2 yaitu:
        • Lembar pertama dikirimkan ke bagian keuangan
        • Lembar kedua disimpan sebagai arsip
  • Jika tunai:
    • Maka kasir membuat nota yang diberikan ke customer
    • Menerima pembayaran dari customer, berdasarkan pembayaran tersebut maka membuat nota lunas rangkap 2, yaitu:
      • Lembar pertama diberikan ke customer beserta dengan barang
      • Lembar kedua digunakan sebagai dasar pembuatan laporan penjualan tunai rangkap 2, yaitu:
        • Lembar pertama dikirimkan ke bagian keuangan
        • Lembar kedua disimpan sebagai arsip

Bagian keuangan:

  • Menerima laporan penjualan non tunai dan laporan penjualan tunai dari bagian kasir, berdasarkan kedua laporan tersebut membuat laporan penjualan rangkap 2, yaitu:
    • Lembar pertama disimpan sebagai arsip
    • Lembar kedua diberikan kepada pemimpin

Pemimpin:

  • Menerima laporan penjualan dari bagian keuangan

 

Flowchart Prosedur Permintaan Dan Pengeluaran Barang Gudang

Flowchart Prosedur Permintaan Dan Pengeluaran Barang Gudang adalah flowchart yang menggambarkan proses di mana gudang menerima permintaan pengeluaran barang baik itu bahan baku yang akan digunakan untuk produksi maupu barang jadi yang siap dijual

berikut ini adalah Flowchart Prosedur Permintaan Dan Pengeluaran Barang Gudang:

PROSEDUR PERMINTAAN DAN PENGELUARANG BARANG GUDANG

  1. Bagian  Produksi membuat surat permintaan bahan baku sesuai kebutuhan rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke Bagian Gudang dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  2. Bagian Gudang menerima surat permintaan bahan baku dari bagian produksi.
  3. Berdasarkan Surat Permintaan Bahan Baku, Bagian Gudang membuat Surat Pengiriman Bahan Baku rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Produksi beserta bahan baku yang diminta dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  4. Berdasarkan Surat Pengiriman Bahan Baku, Bagian Gudang membuat bukti permintaan dan pengeluaran bahan baku gudang rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke Bagian Akuntansi dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  5. Berdasarkan bukti permintaan dan pengeluaran bahan baku, Bagian Gudang membuat laporan persediaan bahan baku rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke Bagian Akuntansi, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  6. Bagian Produksi menerima Surat Pengiriman Bahan Baku beserta bahan baku dari Bagian Gudang.
  7. Bagian Produksi memproduksi bahan baku menjadi barang jadi, kemudian mengirim barang jadi ke Bagian Gudang.
  8. Berdasarkan barang jadi, Bagian Gudang membuat laporan barang jadi rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Akuntansi dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  9. Berdasarkan laporan persediaan bahan baku, bukti permintaan dan pengeluaran bahan baku gudang dan laporan barang jadi, Bagian Akuntansi membuat laporan permintaan dan pengeluaran barang gudang rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke Manajer dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List) untuk Transaksi Permintan dan Pengeluaran Barang Gudang :

1. Bagian Produksi :

-          Membuat Surat Permintaan Bahan Baku rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Gudang dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.

-          Menerima Surat Pengiriman Bahan Baku beserta Bahan Baku dari Bagian Gudang.

-          Memproduksi bahan baku menjadi barang jadi

2. Bagian Gudang :

-          Menerima surat permintaan bahan baku dari bagian produksi.

-          Membuat Surat Pengiriman Bahan Baku rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Produksi beserta bahan baku dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.

-          Membuat bukti permintaan dan pengeluaran bahan baku gudang.

-          Membuat laporan persediaan bahan baku rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke Bagian Akuntansi, lembar kedua disimpan sebagai arsip.

-            Membuat Laporan Barang Jadi rangkap 2. Lembar 1 dikirim ke Bagian Akuntansi dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.

3. Bagian Akuntansi :

-          Menerima Bukti permintaan dan pengeluaran bahan baku dari Bagian Gudang

-          Menerima Laporan Persediaan dari Bagian Gudang.

-          Menerima Laporan Barang Jadi dari Bagian Gudang.

-          Membuat Laporan permintaan dan pengeluaran barang gudang rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke manajer dan lembar 2 disimpan sebagai arsip.

4. Manajer :

-          Menerima Laporan permintaan dan pengeluaran barang gudang dari Bagian Akuntansi.

-          Membuat keputusan-keputusan dalam perusahaan/organisasi.

Flowchart Prosedur Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli

Flowchart Prosedur Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli adalah flowchart yang menggambarkan proses dari pencatatan semua biaya yang terlibat dalam proses pembelian persediaan, seperti biaya angkut, biaya asuransi, biaya lain-lain

berikut ini adalah Flowchart Prosedur Pencatatan Harga Pokok Persediaan Yang Dibeli:

TRANSAKSI PENCATATAN HARGA POKOK PERSEDIAAN

  1. Bagian Gudang yang biasanya membutuhkan barang, membuat SPP (Surat Permintaan Pembelian) rangkap 2. Lembar  1 dikirim ke Bagian Pembelian, dan lembar 2 disimpan oleh Bagian Gudang sebagai arsip.
  2. Bagian Pembelian menerima SPP lembar 1 dari Bagian Gudang. Berdasarkan SPP lembar 1, maka Bagian Pembelian membuat SPPH.
  3. SPPH tersebut dikirimkan ke Bagian Supplier. Dan Supplier membuat SPH. SPH tersebut dikirimkan ke Bagian Pembelian. Berdasarkan SPH tersebut, Bagian Pembelian membuat SDP (Surat Daftar Pembelian) dikirim ke Manager untuk mendapat persetujuan.
  4. Jika Manager menyetujui SDP tersebut, maka SDP yang telah disetujui  dikirimkan kembali ke Bagian Pembelian. Jika tidak, maka kembali ke transaksi awal.
  5. Berdasarkan SDP yang sudah disetujui, Bagian Pembelian membuat SOP (Surat Order Pembelian) rangkap  4. Lembar ke-1 dikirim kepada Supplier. Lembar ke-2 dikirim ke Bagian Keuangan. Lembar ke-3 dikirim ke Bagian Gudang dan lembar ke-4 disimpan sebagai arsip.
  6. Supplier menerima SOP lembar ke-1 dari Bagian Pembelian. Kemudian Supplier membuat faktur rangkap 2. Lembar ke-1 dikirim beserta barang pesanan ke Bagian Pembelian. Lembar ke-2 disimpan sebagai arsip.
  7. Bagian Pembelian menerima faktur beserta barang pesanan dari Supplier. Kemudian, faktur dan barang dikirim ke Bagian Gudang.
  8. Bagian Gudang menerima barang dan mencatat barang masuk berdasarkan SOP lembar ke-3 dan membuat LPB (Laporan Penerimaan Barang) rangkap 3. Lembar ke-1 dikirimkan ke Bagian Pembelian. Lembar ke-2 dan faktur dikirim ke Bagian Keuangan. Dan lembar ke-3 disimpan sebagai arsip.
  9. Bagian Keuangan menerima SOP lembar ke-2, Faktur serta LPB lembar ke-2 dari Bagian Gudang.
  10. Berdasarkan SOP lembar ke-2, Faktur dari Bagian Pembelian serta LPB lembar ke-2, Bagian Keuangan membuat Laporan Pembelian LP rangkap 2. Lembar pertama diserahkan ke Manager dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  11. Berdasarkan laporan pembelian kredit bagian keuangan membuat laporan harga pokok persediaan rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke manager, lembar ke 2 disimpan sebagai arsip.

Jobdesc atau Uraian Kegiatan (Operating List) untuk Transaksi Pencatatan Harga Pokok Persediaan:

1. Bagian Gudang

-          Melakukan pengecekan terhadap persediaan barang

-          Membuat Surat Permintaan Pembelian (SPP) rangkap 2 :

Lembar pertama dikirim ke Bagian Pembelian, lembar kedua disimpan sebagai arsip.

-          Menerima Surat Order Pembelian (SOP) dari Bagian Pembelian

-          Berdasarkan SOP dan Faktur yang diterima dari Bagian Pembelian, membuat Laporan Penerimaan Barang (LPB) rangkap 3 :

Lembarpertama dikirim ke Bagian Pembelian, lemabar kedua ke Bagian Keuangan, dan lembar ketiga disimpan sebagai arsip.

2. Bagian Pembelian

-          Menerima SPP dari Bagia Gudang

-          Berdasarkan SPP, membuat Surat Permintaan Penawaran Harga (SPPH) yang dikirim ke Supplier

-          Menerima Surat Penawaran Harga (SPH) dari Supplier. Berdasarkan SPH, membuat Surat Daftar Pembelian (SDP) yang dikirim ke Manager

-          Menerima SDP ang telah di ACC oleh Manager

-          Berdasarkan SDP ACC, membuat Surat Order Pembelian (SOP) rangkap 4 :

Lembar pertama dikirim ke Supplier, lembar kedua dikirim ke Bagia Keuangan, lembar ketiga dikirim ke Bagian Gudan, dan lembar keempat disimpan sebagai arsip

-          Menerima Faktur beserta Barang dari Supplier, kemudian mengirimkannya ke bagian Gudang

-          Menerima LPB dari Bagian Gudang

3. Manager

-          Menerima SDP dari Bagian Pembelian

-          Meng-ACC SDP, kemudian mengirmnkannya ke Bagiang Pembelian

-          Menerima Laporan Pembelian (LP) dari Bagian Keuangan

-          Menerima laporan harga pokok persediaan

4. Supplier

-          Menerima SPPH dari Bagian Pembelian

-          Berdasarkan SPPH, membuat SPH yang dikirimkan ke Bagian Pembelian

-          Menerima SOP dari Bagian Pembelian

-          Berdasarkan SOP, membuat Faktur rangkap 2 :

Lembar satu dikirim beserta Barang ke Bagian Pembelian, dan lembar kedua sebagai arsip

5. Bagian Keuangan

-          Menerima SOP dari Bagian Pembelian

-          Menerima LPB beserta Faktur dari Bagian Gudang

-          Berdasarkan SOP dan LPB serta Faktur, membuat Laporan Pembelian (LP)rangkap 2 :

Lembar pertama dikirim ke Manager, dan Lembar kedua disimpan sebagai arsip.

-          Berdasarkan laporan pembelian membuat laporan harga pokok persediaan rangkap 2, lemar 1 dikirim ke manager, lembar ke 2 disimpan sebagai arsip.

Flowchart Prosedur Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi yang Dijual

Flowchart Prosedur Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi yang Dijual adalah flowchart yang menggambarkan proses pencatatan dari semua biaya yang terjadi baik itu direct material, direct labour, dan FOH di mana biaya-biaya tersebut merupakan biaya yang menjadi harga pokok produksi dari suatu barang

berikut ini adalah Flowchart Prosedur Pencatatan Harga Pokok Produk Jadi yang Dijual:

 

Aliran proses pencatatan harga pokok produk barang yang dijual

  • Bagian produksi membuat surat permintaan bahan baku rangkap 2, lembar 1 diberikan kepada bagian gudang sedangkan lembar ke 2 disimpan sebagai arsip.
  • Bagian gudang menerima surat permintaan barang baku lalu mempersiapkan bahan baku yang diminta, membuat surat pengiriman barang rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip sedangkan lembar ke 2 dikirim ke bagian produksi beserta bahan baku.
  • Bagian produksi menerima surat pengiriman dan barang, lalu melakukan produksi. Setelah itu membuat laporan DM,DL,FOH rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip, lembar ke 2 dikirim ke bagian akuntansi.
  • Bagian akuntansi menerima laporan DM,DL,FOH. Berdasarkan laoran tersebut bagian akuntansi menghitung DMC,DLC,FOH. Lalu membuat laporan harga pokok produksi rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai  arsip. Lembar ke 2 dikirim ke manajer.
  • Bagian manajer menerima laporan harga pokok produksi,. Berdasarkan laporan harga pokok produksi bagian manajer menentukan margin laba  lalu membuat laporan harga penjualan barang.

Job desc :

Bagian Gudang:

  • Menerima surat permintaan bahan baku
  • Menyiapkan bahan baku dan membuat surat pengiriman rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip, lembar ke 2 dikirim beserta barang ke bagian produksi

Bagian Produksi:

  • Membuat surat permintaan bahan baku rangkap 2. Lembar pertama dikirim ke bagian gudang, lembar ke 2 disimpan sebagai arsip
  • Menerima surat pengiriman beserta dengan bahan baku
  • Melakukan produksi
  • Membuat laporan DM(Direct Material),DL(Direct Labor),FOH(Factory Overhead) rangkap 2, lembar 1 disimpan sebagai arsip, lembar ke 2 dikirim ke bagian akuntansi

Bagian Akuntansi:

  • Menerima laporan DM,DL,FOH dari bagian produksi
  • Melakukan perhitungan DMC(Direct Material Cost),DLC(Direct Labor Cost),FOH. Lalu membuat laporan harga pokok produksi rangkap 2. Lembar 1 disimpan sebagai arsip. Lembar ke 2 dikirim ke manajer

Manajer:

  • Menerima laporan harga pokok produksi. Berdasarkan laporan tersebut menentukan margin laba, lalu membuat laporan harga penjualan barang.

Flowchart Prosedur Pencatatan Produk Jadi

Flowchart Prosedur Pencatatan Produk Jadi adalah flowchart yang menggambarkan proses pencatatan barang hasil dari produksi ke barang jadi yang siap dijual

berikut ini adalah Flowchart Prosedur Pencatatan Produk Jadi:

TRANSAKSI PENCATATAN BARANG JADI:

  1. Bagian produksi membuat Bukti Pengiriman Barang Jadi rangkap 3. Lembar 1 dikirimkan bersama barang ke Bagian Gudang. Lembar 2 dikirimkan ke Bagian Akuntansi. Lembar 3 disimpan sebagai arsip.
  2. Bagian Akuntansi menerima Bukti Pengiriman BJ lembar 2 dari Bagian Produksi, kemudian di arsip untuk dijadikan bukti bahwa Bagian Produksi telah menyelesaikan produk jadi dan sudah melakukan pengiriman ke Bagian Akuntansi
  3. Bagian gudang menerima barang jadi dan Bukti Pengiriman Barang Jadi lembar 1 dari Bagian Produksi. Berdasarkan Bukti Pengiriman BJ tersebut, Bagian Gudang mengisi Kartu Gudang yang menyatakan bahwa bagian gudang menerima barang jadi sejumlah unit barang jadi yang telah ditransfer oleh bagian produksi.
  4. Setelah mengisi kartu gudang, Bagian Gudang meminta tanda tangan (untuk mengetahui produk jadi yang masuk ke Bagian Gudang) ke Bagian Akuntansi.
  5. Bagian Akuntansi menerima Kartu Gudang untuk ditanda tangani sebagai bukti penerimaan barang jadi. Setelah itu mengirimkan Kartu gudang yang telah ditanda tangani ke Bagian Gudang.
  6. Berdasarkan kartu gudang yang telah ditanda tangani, Bagian Gudang membuat Surat Penerimaan Barang Jadi (SPBJ) rangkap 3. Lembar pertama dikirimkan ke Bagian Akuntansi, lembar 2 dikirimkan ke Bagian Produksi dan lembar 3 disimpan sebagai arsip.
  7. Bagian Akuntansi menerima SPBJ lembar 1 dari Bagian Gudang. Berdasarkan SPBJ lembar 1 tersebut, Bagian Akuntansi mengisi Kartu persediaan yang digunakan untuk mengetahui persediaan barang jadi yang telah masuk.
  8. Setelah mengisi Kartu Persediaan, Bagian Akuntansi mencatat di Jurnal tentang persediaan barang jadi yang masuk. Setelah itu, memposting ke buku besar, dan dibuatkan neraca saldo dan neraca lajur, jurnal penyesuaian dan Laporan Keuangan. Berdasarkan Laporan Keuangan tersebut, Bagian Akuntansi membuat Laporan Penerimaan Barang Jadi (LPBJ) yang dikirimkan ke Manajer.
  9. Bagian Produksi menerima SPBJ lembar 2 dari Bagian Gudang. Berdasarkan SPBJ lembar 2, Bagian Produksi membuat Laporan Penyelesaian Barang Jadi yang dikirimkan ke Manajer.

JOBDESC DARI MASING-MASING ENTITAS:

1. Bagian Produksi

-          Membuat Bukti Pengiriman Barang Jadi rangkap 3

Lembar 1     : dikirimkan ke Bagian Gudang bersama barang

Lembar 2     : dikirimkan ke Bagian Akuntansi

Lembar 3     : disimpan sebagai arsip

-          Menerima Surat Penerimaan Barang Jadi lembar 2 dari Bagian Gudang

-          Membuat Laporan Penyelesaian Barang Jadi

-          Mengirimkan Laporan Penyelesaian Barang Jadi ke Manajer

2. Bagian Gudang

-          Menerima Bukti Pengiriman Barang Jadi bersama barang dari Bagian Produksi

-          Mengisi kartu gudang dan mengirimkan ke Bagian Akuntansi untuk meminta tanda tangan sebagai tanda bukti

-          Menerima Kartu gudang yang telah ditandatangani dari bagian Akuntansi

-          Membuat Surat Penerimaan Barang Jadi rangkap 3

Lembar 1     : dikirim ke Bagian Akuntansi

Lembar 2     : dikirim ke Bagian Produksi

Lembar 3     : disimpan sebagai arsip

3. Akuntansi

-          Menerima Bukti Pengiriman Barang Jadi dari Bagian Produksi dan menyimpannya sebagai arsip

-          Menerima Kartu Gudang yang telah diisi dan menandatangani kartu gudang tersebut

-          Mengirimkan kartu gudang yang telah ditandatangani ke Bagian Gudang

-          Menerima Surat Penerimaan Barang Jadi lembar 1 dari bagian gudang

-          Mengisi kartu persediaan

-          Membuat jurnal

-          Memposting ke Buku Besar

-          Membuat neraca saldo

-          Membuat neraca lajur dan Ayat Jurnal Penyesuaian

-          Membuat Laporan Keuangan

-          Membuat Laporan  Penerimaan Barang Jadi

-          Mengirimkan Laporan Penerimaan Barang Jadi ke Manajer

4. Manajer

-          Menerima Laporan Penerimaan Barang Jadi dari Bagian Akuntansi

-          Menerima Laporan Penyelesaian Barang Jadi dari Bagian Produksi

Flowchart Retur Pembelian

Flowchart Retur Pembelian adalah flowchart yang menggambarkan aliran atau proses ketika suatu perusahaan mengembalikan bahan baku yang telah merka beli kepada supplier (retur pembelian) karena bahan baku tersebut rusak (cacat) atau tidak sesuai dengan pesanan

berikut ini adalah Flowchart Retur Pembelian:

 

Prosedur Retur Pembelian:

  • Bagian departemen persediaan melakukan pengecekan persediaan lalu mengumpulkan persediaan yang rusak , mencatat persediaan yang rusak lalu membuat daftar  persediaan yang rusak rangkap 2, lembar pertama diberikan kepada manajer persediaan dan mengirimkan persediaan yang rusak ke manajer persediaan, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Manajer persediaan menerima persediaan yangrusak dan daftar persediaan yang rusak, manajer persediaan melakukan pengecekan, lalu mengesahkan daftar persediaan yang rusak rangkap 2, lembar pertama disimpan sebagai arsip dan lembar kedua dikirimkan ke departemen pembelian beserta dengan persediaan yang rusak.
  • Departemen pembelian menerima daftar persediaan rusak yang telah disahkan dari bagian manajer persediaan, berdasarkan hal tersebut membuat surat retur pembelian rangkap 2, lembar pertama dikirimkan ke departemen penerimaan dan lembar kedua dikirim ke supplier beserta dengan persediaan yang rusak.
  • Departemen penerimaan menerima surat retur pembelian dari departemen pembelian.
  • Bagian supplier menerima surat retur pembelian dan persediaan yang rusak, berdasarkan hal tersebut membuat surat penerimaan retur rangkap 2, lembar pertama dikirimkan ke departeman pembelian dan lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Departemen pembelian menerima surat penerimaan retur lalu mengirimkannya ke departeman penerimaaan.
  • Departemen penerimaan meneriman surat penerimaan retur dari departemen pembelian.
  • Supplier menyiapkan barang pengganti membuat bukti penggantian barang retur rangkap 2 beserta barang tersebut ke departemen penerimaan.
  • Departemen penerimaan menerima bukti penggantian barang retur 2 lembar dan barang pengganti. Lalu berdasarkan hal tersebut ditambah dengan surat penerimaan retur dan surat retur pembelian, departemen penerimaan mengesahkan bukti pengiriman barang retur 2 lembar. Lembar ke dua dikirim ke supplier dan lembar pertama beserta barang dikirim ke departemen persediaan.
  • Supplier menerima surat penggantian barang retur yang telah di acc.
  • Departemen persediaan menerima bukti pengiriman barang retur dan barang pengganti dari departemen penerimaan . departemen persediaan melakukan pengecekan dan membuat laporan penerimaan penggantian barang rangkap 2, lembar pertama beserta bukti penggantian barang retur dikirim ke manajer persediaan, lembar kedua disimpan sebagai arsip.
  • Manajer persediaan menerima laporan penerimaan penggantian barang beserta dengan bukti penggantian barang retur melakukan pemeriksaan terhadap laporan penggantian barang. Lalu mengirimkan laporan penggantian barang yang telah diperiksa beserta dengan bukti penggantian barang retur ke bagian akuntansi
  • Bagian akuntansi menerima laporan penggantian barang yang telah diperiksa, lalu berdasarkan laporan tersebut membuat laporan catatan persediaan rangkap 2, lembar pertama disimpan sebagai arsip dan lembar kedua dikirim ke bagian pimpinan
  • Pimpinan menerima laporan catatan persediaan dan mengesahkannya.

 

 

Job decs:

Departemen persediaan:

  • Melakukan pengecekan persediaan, mengumpulkan persediaan yang rusak  dan mencatat persediaan yang rusak lalu membuat daftar  persediaan yang rusak rangkap 2,yaitu:
    •  lembar pertama diberikan kepada manajer persediaan dan mengirimkan persediaan yang rusak ke manajer persediaan
    •  lembar kedua disimpan sebagai arsip.
    • Menerima bukti pengiriman barang retur dan barang pengganti dari departemen penerimaan .
    • Departemen persediaan melakukan pengecekan dan membuat laporan penerimaan penggantian barang rangkap 2, yaitu:
      • lembar pertama beserta bukti penggantian barang retur dikirim ke manajer persediaan
      • lembar kedua disimpan sebagai arsip.

Manajer persediaan:

  • Menerima persediaan yang rusak dan daftar persediaan yang rusak.
  • Manajer persediaan melakukan pengecekan, lalu mengesahkan daftar persediaan yang rusak rangkap 2, yaitu :
    • lembar pertama disimpan sebagai arsip
    • lembar kedua dikirimkan ke departemen pembelian beserta dengan persediaan yang rusak.
    • Menerima laporan penerimaan penggantian barang beserta dengan bukti penggantian barang retur melakukan pemeriksaan terhadap laporan penggantian barang.
    • Mengirimkan laporan penggantian barang yang telah diperiksa beserta dengan bukti penggantian barang retur ke bagian akuntansi.

Departemen pembelian:

  • Menerima daftar persediaan rusak yang telah disahkan dari bagian manajer persediaan, berdasarkan hal tersebut membuat surat retur pembelian rangkap 2, yaitu:
    • lembar pertama dikirimkan ke departemen penerimaan.
    • Lembar kedua dikirim ke supplier beserta dengan persediaan yang rusak.
    • Menerima surat penerimaan retur lalu mengirimkannya ke departeman penerimaaan.

Supplier:

  • Menerima surat retur pembelian dan persediaan yang rusak, berdasarkan hal tersebut membuat surat penerimaan retur rangkap 2,yaitu:
    •  lembar pertama dikirimkan ke departeman pembelian
    •  lembar kedua disimpan sebagai arsip.
    • Menyiapkan barang pengganti membuat bukti penggantian barang retur rangkap 2 beserta barang tersebut ke departemen penerimaan.
    • Menerima surat penggantian barang retur yang telah di acc.

Departemen penerimaan:

  • Menerima surat retur pembelian dari departemen pembelian.
  • Meneriman surat penerimaan retur dari departemen pembelian.
  • Menerima bukti penggantian barang retur 2 lembar dan barang pengganti.
  • Lalu berdasarkan bukti penggantian barang retur 2 lembar ditambah dengan surat penerimaan retur dan surat retur pembelian, departemen penerimaan mengesahkan bukti pengiriman barang retur 2 lembar,yaitu:
    • Lembar ke dua dikirim ke supplier
    • Lembar pertama beserta barang dikirim ke departemen persediaan.

Bagian Akuntansi :

  • Menerima laporan penggantian barang yang telah diperiksa, lalu berdasarkan laporan tersebut membuat laporan catatan persediaan rangkap 2, yaitu:
    • lembar pertama disimpan sebagai arsip
    •  lembar kedua dikirim ke bagian pimpinan

pimpinan:

  • Menerima laporan catatan persediaan dan mengesahkannya